Hasil Evaluasi Capaian Kinerja
Program Studi Manajemen Bisnis Syariah
Tahun Akademik 2020/2021
- Evaluasi Capaian Kinerja Visi Misi Tujuan dan Strategi
- Analisis keberhasilan
1) STEI Permata dan Prodi telah memiliki VMTS
2) Tersedianya RIP, Renstra dan Renop sebagai landanasn utama dan kebijakan yang di keluarkan STEI Permata Bojonegoro.
- Faktor pendukung
Pemangku internal yang memadai menjadi faktor pendukung keberhasilan pemahaman VMTS.
- Analisis ketidakberhasilan
Pemahaman seluruh pemangku kepentingan belum dipahami secara maksimal serta strategi sosialisasi yang kurang efektif.
- Faktor penghambat
Sebagai perguruan tinggi dan prodi yang masih baru, adanya para pihak yang tidak mengikuti sosialisasi.
- Akar masalah
Minimnya sosialisasi VMTS sehingga ada beberapa pemangku kepentingan kurang memahami VMTS.
- Tindak lanjut
Mensosialisasikan VMTS dan menyebar kuesioner tenang pemahaman kuesioner.
- Evaluasi Capaian Kinerja Tata Pamong, Tata Kelola dan Kerjasama
- Analisis Keberhasilan
1) STEI Permata Bojonegoro telah memiliki statuta pada tahun 2020
2) STEI Permata Bojonegoro telah memiliki struktur organisasi pada tahun 2020
3) Dilaksanakannya Audit Mutu Internal secara rutin setiap akhir tahun dengan melibatkan SPI dan AMI yang dikelola oleh P2M
4) Terlaksananya kerjasama yang sesuai dengan tridharma perguruan tinggi pada level lokal
5) Terlaksanayan kegiatan peningkatan kompetensi berupa pelatihan wirausaha.
- Faktor pendukung
Faktor pendukung dari keberhasilan tata pamong, tata kelola dan kerjasama adalah kapasitas dari pemangku kepentingan internal yang memadai, loyalitas tim kerja serta semangat tim dalam mengembangkan tridharma perguruan tinggi.
- Analisis ketidakberhasilan
1) Belum terisinya semua struktur organisasi
2) Kerjasama belum mencapai tingkat nasional dan Internasional
3) Koordinasi dalam organisasi belum berjalan dengan baik karena komunikasi yang dilakukan kurang efektif
- Faktor penghambat
Faktor yang menghambat keberhasilan tata pamong, tata kelola dan kerjasama adalah Perguruan tinggi dan prodi masih baru, belum adanya pelatihan atau workshop untuk dosen dan tenaga kependidikan dalam menjalankan organisasi di tingkat perguruan tinggi.
- Akar masalah
Akar permasalahan yang melatarbelakangi ketidak berhasilan tata pamong, tata kelola adalah terbatasnya Jumlah SDM, dan untuk permaslahan yang melatar belakangi belum tercapainya kerjasama nasional dan internasional adalah mekanisme yang panjang dan memakan waktu yang lama.
- Tindak lanjut
Rencan tindak lanjut di antaranya dengan melakukan rektrutmen SDM, melakukan ataupun mengirimkan dosen dan tenaga kependidikan untuk mengikuti workshop ataupun seminar.
- Evaluasi Capaian Kinerja Kemahasiswaan
- Analisis Keberhasilan
pengembangan kualitas mahasiswa yang didukung oleh pimpinan dengan kebijakan-kebijakan yang baik, fasilitas dan sarana prasarana yang layak serta anggaran keuangan yang proporsional.
- Faktor Pendukung Keberhasilan
1) Kebijakan pimpinan yang mendukung sistem seleksi dan layanan mahasiswa
2) Terdapat sarana dan prasarana yang memadai yang sesuai dengan kebutuhan proses pembelajaran dan layanan mahasiswa
3) Terdapat anggaran keuangan yang cukup untuk menyelenggarakan kegiatan pembelajaran dan layanan mahasiswa
4) Terdapat publikasi ilmiah dengan memanfaatkan media online.
5) Terdapat berbagai macam beasiswa yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa
- Analisis Ketidak Berhasilan
calon mahasiswa yang telah dinyatakan diterima memilih tidak melakukan daftar ulang karena telah diterima di program studi pada kampus lain.
- Faktor Penghambat Ketercapaian
1) Program studi ini tidak menjadi pilihan utama dan hanya menjadi alternative membuat rendahnya minat calon mahasiswa
2) Keterlambatan pembayaran daftar ulang karena terlambat melihat pengumuman kelulusan seleksi penerimaan mahsiswa baru.
3) Calon mahasiswa baru dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.
4) Fasilitas, sarana dan prasarana kurang maksimal.
- Identifikasi Akar Masalah
1) Program Studi bukan menjadi pilihan utama bagi calon mahasiswa
2) Keterbatasan penyebaran informasi mengenai pendaftaran dan daftar ulang calon mahasiswa baru yang menyebabkan keterlambatan pembayaran daftar ulang, khususnya mahasiswa baru yang berasal dari luar wilayah Bojonegoro.
3) Kurangnya minat, wawasan, dan kesadaran calon mahasiswa dalam menentukan pilihan program studi yang sesuai dengan minat dan bakat, serta kompetensinya.
4) Kurangnya fasilitas dalam meningkatkan prestasi mahasiswa.
- Tindak Lanjut
1) Meningkatkan kualitas program studi agar menjadi program studi pilihan utama.
2) Meningkatkan kegiatan publikasi dan penyebaran informasi untuk menambah keyakinan para calon mahasiswa supaya melakukan daftar ulang.
3) Mempromosikan program studi melalui pameran pendidikan (edu fair)
4) Menyediakan fasilitas yang mendukung prestasi mahasiswa berbasis bakat dan minat.
- Evaluasi Capaian Kinerja Sumber Daya Manusia
- a) Analisis Keberhasilan
1) DTPS berjumlah 5 atau di atas standar peraturan yang berlaku.
2) Judul penelitian meningkat 50% dari tahun sebelumnya.
3) PkM naik 10% dari tahun sebelumnya.
4) Tendik sudah S-1 dan berkemampuan IT.
5) Publikasi ilmiah sudah mencapai tingkat Jurnal Internasional dan Nasional. Jadi, SDM sangat berkompeten sehingga sangat berhasil.
- b) Faktor Pendukung Keberhasilan
1) Motivasi SDM
2) Kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial SDM.
- c) Faktor Penghambat Pencapaian Standar
1) Kemampuan IT SDM berbeda
2) Sarpras kurang
3) Peraturan rekruitmen SDM di STEI Permata Bojonegoro
4) Motivasi tiap SDM labil dan berbeda-beda
- d) Tindak Lanjut
1) Pelatihan IT SDM
2) Peningkatan Sarpras
3) Pelatihan motivasi bagi SDM
- Evaluasi Capaian Kinerja Keuangan sarana dan Prasan
- Analisis keberhasilan
1) Keuangan
Mampu terpenuhinya seluruh anggaran Operasional Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kepada Masyarakat untuk memenuhi tridharma STEI Permata Bojonegoro.
2) Sarana dan Prasarana
Indikator dari keberhasilan terhadap sarana dan prasarana adalah sebagai berikut.
- a) Dapat tercukupinya berbagai sarana serta prasarana yang akan diperlukan untuk tujuan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang sesuai dengan dokumen yang disetujui SPMI yang berisi tentang sarana dan prasarana.
- b) Prasarana yang berupa gedung dilengkapi dengan bermacam macam fasilitas yang nantinya dapat membantu dan mempermudah bagi pengguna fasilitas
- Analisis ketidak berhasilan
- Sistem pembayaran adminitrasi di STEI Permata Bojonegoro masih manual
- Belum terdapat sistem informasi akademik yang memadai sehingga belum maksimal
- Jumlah Kamar mandi belum memadai
- Analisis Hasil dan Evaluasi
1) Identifikasi Akar Masalah
Hasil dari evaluasi pengelolaan keuangan, sarana serta prasarana mengalami beberapa masalah sebagai berikut:
- a) Pelaksanaan kegiatan yang dilakukan tidak sesuai jadwal yang telah tersusun di Renop Program Studi Manajemen Bisnis syariah.
- b) Kurang idealnya jumlah sarana serta prasarana apabila dibandingkan dengan dengan pengguna. Kedua masalah tersebut disebabkan karena kurang maksimalnya koordinasi yang terjadi antara pengelola keuangan, sarana, dan prasarana.
2) Faktor Pendukung Keberhasilan
Faktor pendukung keberhasilan pengelolaan keuangan adalah:
- a) adanya SDM yang unggul yang membantu pencapaian keberhasilan. Total pegawai bagian keuangan ada 2 orang
- b) Kepemilikan Sumber Daya Sarana dan Prasarana yang Memadai yang mampu menciptakan keberhasilan. Pegawai dibidang keuangan berada di ruangan yang sudah dilengkapi dengan peralatan yang memadai dan dapat mendukung fungsi kinerja seperti: komputer di meja masing-masing yang sudah terhubung dengan koneksi internet, yang memberi kemudahan untuk melakukan akses informasi. Pemberian kelengkapan prasarana tersebut bertujuan untuk menciptakan efektivitas dan efisiensi kerja.
3) Faktor Penghambat Keberhasilan
Faktor penghambat keberhasilan yang dihadapi adalah:
- a) Rumitnya laporan pertanggungjawaban keuangan sehingga pengelola keuangan terkadang mengalami keterlambatan.
- b) Adanya batasan untuk pengajuan sarana serta prasarana sehingga menyebabkan ketersediaan sarana dan prasarana kurang seimbang dengan jumlah pengguna
4) Tindak Lanjut
Dengan adanya beberapa hambatan dalam pencapaian pengelolaan keuangan maka dibutuhkan sebuah proses tindak lanjut untuk dilaksanakan oleh pengelola keuangan sebagai berikut:
- a) Melakukan koordinasi dengan pemakai anggaran untuk menciptakan kesiapan dalam rangka pemakaian anggaran untuk setiap tahun anggaran.
- b) Sosialisasi yang dilakukan secara menyeluruh pada setiap rapat kerja pada tanggal 20 Oktober 2020 di ruang aula Lt. 2 STEI Permata Bojonegoro, dan di hadiri Ketua, Wakil Ketua, Kepala Bagian Keuangan, Kepala Sub Bagian Keuangan dan Kaprodi Manajemen Bisnis Syariah.
- Evaluasi Capaian Kinerja Pendidikan
- Analisis keberhasilan
1) Program Studi Manajemen Bisnis Syariah telah memiliki KKNI pada tahun 2020, sesuai Surat Keputusan Ketua Nomor 13.250/SK/STEI-P/IV/2020
2) Program Studi Manajemen Bisnis Syariah telah melaksanakan seminar 2021
3) Program Studi Manajemen Bisnis Syariah telah memiliki buku Pedoman akademik/ pendidikan, sesuai Surat Keputusan Ketua Nomor 35.250/SK/STEI-P/V/2020
4) Program Studi Manajemen Bisnis Syariah telah memiliki buku pedoman pengembangan suasana akademik dan otonomi keilmuan, sesuai Surat Keputusan Ketua Nomor 36.250/SK/STEI-P/V/2020
5) Program Studi Manajemen Bisnis Syariah telah memiliki buku pedoman kemahasiswaan, sesuai Surat Keputusan Ketua Nomor 37.250/SK/STEI-P/V/2020
6) Program Studi Manajemen Bisnis Syariah telah memiliki buku pedoman penelitian, sesuai Surat Keputusan Ketua Nomor 38.250/SK/STEI-P/V/2020
7) Program Studi Manajemen Bisnis Syariah telah memiliki buku pedoman pengabdian kepada masyarakat, sesuai Surat Keputusan Ketua Nomor 38.250/SK/STEI-P/V/2020
8) Program Studi Manajemen Bisnis Syariah telah memiliki buku pedoman sistem penjaminan mutu, sesuai Surat Keputusan Ketua Nomor 44.250/SK/STEI-P/V/2020
9) Program Studi Manajemen Bisnis Syariah telah memiliki buku pedoman sumber daya manusia, sesuai Surat Keputusan Ketua Nomor 40.250/SK/STEI-P/V/2020
10) Program Studi Manajemen Bisnis Syariah telah memiliki buku pedoman pengembangan kurkulum, sesuai Surat Keputusan Ketua Nomor 46.250/SK/STEI-P/V/2020
- Faktor pendukung
Faktor pendukung keberhasilan pendidikan pada program studi manajemen bisnis syariah adalah kualifikasi dosen yang sesuai dengan bidang keilmuan serta keaktifan dosen dalam pengintegrasian penelitian dan PkM serta kegiatan di luar perkualiah secara aktif.
- Analisis ketidakberhasilan
- Kurikulum masih belum memanfaatkan teknologi secara penuh
- Beban dosen kerja yang berlebihan sehingga kinerja dosen
- kurang maksimal dalam pemenuhan Tridharma perguruan tinggi
- Sarana dan prasarana yang kurang optimal dalam menunjang proses pembelajaran
- Faktor penghambat
Faktor penghambat keberhasilan pendidikan pada program studi manajemen bisnis syariah adalah beban kinerja dosen yang berlebihan sehingga kurang efektifnya kegiatan di luar perkuliahan yang melibatkan mahasiswa.
- Akar masalah
Beberapa akar masalah pada proses pembelajaran di Program studi Manajemen Bisnis Syariah diantaranya beban kinerja dosen yang berlebihan sehingga kurang maksimalnya kinerja dosen dan pemenuhan tridharma perguruan tinggi dan kurang optimalnya penggunaan sara dan prasarana.
- Tindak lanjut
Menambah jaringan akses informasi teknologi yang bisa diakses untuk dosen dan mahasiswa, monitoring dan evaluasi kinerja dosen dan tenaga kependidikan secara rutin setiap semester, mengoptimalkan sarana dan prasarana agar dapat meningkatkan suasana pembelajaran akademik yang lebih berkwalitas.
- Evaluasi Capaian Kinerja Penelitian
- Analisis keberhasilan indikator kinerja
1) Program Studi Manajemen Bisnis Syariah memiliki Roadmap penelitian yang digunakan sebagai acuan dosen dan mahasiswa mulai tahun 2021-2024
2) Roadmap penelitian sudah digunakan sebagai acuan oleh dosen dan mahasiswa dalam pelaksanaan penelitian.
3) Terdapat peningkatan jumlah penelitian dosen Manajemen Bisnis Syariah dalam satu tahun terakhir, dimana penelitian dosen yang melibatkan mahasiswa pada tahun 2020 berjumlah 12 judul penelitian,
4) Beberapa output penelitian yang dihasilkan oleh dosen Manajemen Bisnis Syariah diantaranya adalah berupa buku sebanyak 0 judul buku, jurnal sejumlah 12.
5) Evaluasi yang berkelanjutan telah dilakukan terhadap kesesuaian penelitian dan mahasiswa yang disesuaikan dengan roadmap penelitian Manajemen Bisnis Syariah.
6) Terbentuknya Laboratorium Riset yang memiliki beberapa program rutin, yaitu diskusi rutinan berbasis riset, penelitian berskala 4 bulanan, pelatihan menulis dan meneliti dan pelatihan Journalisme Ekonomi.
- Faktor Pendukung
1) Kapasitas mahasiswa yang memadai dalam pelaksanaan penelitian.
2) Kapasitas diri pemangku kepentingan yang memadai.
- Analisis ketidakberhasilan indikator kinerja
1) Belum terpublikasikannya hasil penelitian dosen Manajemen Bisnis Syariah secara signifikan.
2) Masih sedikitnya tema penelitian dosen-dosen Manajemen Bisnis Syariah yang menunjukkan unsur kebaruan dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat umum.
3) Masih rendahnya produktivitas penelitian dosen Manajemen Bisnis Syariah yang melibatkan mahasiswa.
- Faktor Penghambat
Selain faktor pendukung keberhasilan, juga terdapat beberapa faktor penghambat dalam mencapai keberhasilan, faktor penghambat tersebut diantaranya adalah:
1) Kurang maksimalnya pelaksanaan penelitian yang diakibatkan oleh beban tugas dosen yaitu melakukan pengajaran, pengabdian masyarakat dan juga tambahan tugas administratif yang cukup menyita waktu.
2) Kurangnya kemampuan beberapa dosen dalam mengolah data dan menyusun laporan penelitian dengan baik dan benar.
3) Belum tersedianya anggaran yang jelas untuk penelitian dosen dan mahasiswa, sedangkan dosen yang melakukan penelitian mandiri masih minim.
- Identifikasi akar masalah
Identifikasi akar masalah dilakukan setelah dilakukannya analisis ketidakberhasilan penelitian dosen Manajemen Bisnis Syariah, dan akar masalah dalam pelaksanaan penelitian program studi Manajemen Bisnis Syariah diantaranya adalah:
1) Kurangnya sosialisasi mengenai pentingnya penelitian bagi pengembangan Program Studi pada dosen dan mahasiswa Manajemen Bisnis Syariah.
2) Masih rendahnya budaya riset dosen dan mahasiswa Manajemen Bisnis Syariah yang mengakibatkan produktivitas penelitian belum signifikan.
- Tindak lanjut yang akan dilakukan.
Langkah tindak lanjut yang akan dilakukan berdasarkan hasil identifikasi keberhasilan dan ketidak berhasilan, serta hasil identifikasi hambatan kinerja, adalah sebagai berikut:
1) Meningkatkan anggaran penelitian bagi para dosen dan mahasiswa Manajemen Bisnis Syariah.
2) Melaksanakan kegiatan pelatihan atau workshop terkait penulisan artikel penelitian bagi dosen dan mahasiswa Manajemen Bisnis Syariah dengan mengundang narasumber yang kompeten dan kredibel.
3) Memberikan dorongan dan sosialisasi kepada dosen dan mahasiswa untuk melakukan penelitian dan memberikan kontribusi pengetahuan bagi masyarakat umum.
4) Mengadakan kegiatan rutin mengenai penulisan ilmiah yang melibatkan dosen dan mahasiswa
5) Meringankan beban tugas dosen dengan mengurangi tugas-tugas adminstrasi dosen, sehingga dapat fokus menjalankan tridharma perguruan tinggi.
- Evaluasi Capaian Kinerja Pengabdian Kepada Masyarakat
- Analisis keberhasilan
(1) Program studi Manajemen Bisnis Syariah telah memiliki peta jalan pengabdian kepada masyarakat tahun 2020-2024.
(2) Peta jalan ditetapkan sebagai rujukan bagi dosen dan mahasiswa program studi Manajemen Bisnis Syariah dalam praktik pengabdian kepada masyarakat.
(3) Setiap tahun dosen program studi Manajemen Bisnis Syariah melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
(4) Diadakannya evaluasi secara berkelanjutan terhadap kesesuaian pengabdian dosen dan mahasiswa dengan peta jalan program studi Manajemen Bisnis Syariah.
- Faktor pendukung
Adapun faktor pendukung Pengabdian kepada masyarakat di program studi Manajemen Bisnis Syariah STEI Permata sebagai berikut:
- a) Sumber daya manusia yang memadai
- b) Manajemen program studi mendukung penuh dosen Manajemen Bisnis Syariah untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat.
- c) Adanya permintaan pendampingan dari masyarakat.
- Analisis ketidakberhasilan
1) Output dari pengabdian dosen Manajemen Bisnis Syariah belum sepenuhnya terpublikasi.
2) Hasil pengabdian kepada masyarakat belum memberikan kontribusi kepada masyarakat secara optimal.
3) Belum mampunya keluaran pengabdian dosen Manajemen Bisnis Syariah ke ranah nasional.
- Faktor Penghambat
1) Dosen Manajemen Bisnis Syariah belum sepenuhnya memahami aturan dan teknik melakukan pengabdian kepada masyarakat
2) Dana pengabdian belum terserap secara optimal
3) Adanya dosen Manajemen Bisnis Syariah yang belum bisa mengakses dana pengabdian kepada masyarakat dan penelitian pada tahun yang sama
- Akar Masalah
Dari evaluasi dan analisis hasil ketercapaian memunculkan akar masalah pengabdian kepada masyarakat di program studi Manajemen Bisnis Syariah sebagai berikut:
- a) Peta jalan pengabdian kepada masyarakat belum dipahami sepenuhnya oleh dosen Manajemen Bisnis Syariah
- b) Ada beberapa dosen Manajemen Bisnis Syariah yang masih terkendala dalam hal mengolah data dan menyusun laporan pengabdian yang baik dan benar.
- Tindak Lanjut
Merujuk dari berbagai hasil identifikasi keberhasilan dan ketidak berhasilan, serta identifikasi hambatan kinerja, selanjutnya disepakati langkah-langkah sebagai berikut:
- a) Sosialisasi dan workshop kepada para dosen tentang aturan, mekanisme dan teknik pengabdian kepada masyarakat
- b) Meminimalisir tugas-tugas adminstrasi yang dibebankan pada para dosen, sehingga bisa fokus menjalankan tri dharma perguruan tinggi.
- c) Mengajukan anggaran pengabdian kepada masyarakat yang mendukung
- d) Melakukan koordinasi dengan pimpinan terkait dengan distribusi pengabdian kepada masyarakat
- e) Membuat laporan pengabdian kepada masyarakat.