A. Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Program Studi Akuntansi Syariah

-
Analisis keberhasilan
STEI Permata dan Prodi telah memiliki VMTS, dokumen Program Studi seperti Renop serta beberapa SOP sebagai pondasi kebijakan yang dikeluarkan oleh Program Studi Akuntansi Syariah. Hal lain yang menjadi indikator keberhasilan Program Studi Akuntansi Syariah adalah sivitas akademika memahami VMTS Program Studi Akuntansi Syariah yang didapatkan dari hasil survei.
- Faktor pendukung
Adanya peran dari sivitas akademika dalam mengisi survei pemahaman ketercapaian VMTS merupakan salah satu faktor yang menyebabkan tercapainya keberhasilan VMTS Program Studi Akuntansi Syariah.
-
Analisis ketidakberhasilan
Strategi sosialisasi VMTS Belum maksimal dipahami oleh seluruh pemangku kepentingan.
-
Faktor penghambat
Faktor penghambat ketercapaian VMTS dikarenakan perguruan tinggi dan program studi yang masih baru .
-
Akar masalah
Ketidakberhasilan dari target VMTS adalah dikarenakan Minimnya sosialisasi VMTS, serta kurangnya variasi dari sosialisasi yang dilakukan.
-
Tindak lanjut
Sebagai upaya untuk mencapai ketercapaian VMTS, maka upaya tindak lanjut berupa memaksimalkan sosialisasi VMTS Program Studi Akuntansi Syariah
B. Tata Pamong, Tata Kelola dan Kerjasama

-
Analisis Keberhasilan
Analisis keberhasilan STEI Permata Bojonegoro diantaranya: (a) STEI Permata Bojonegoro telah memiliki statuta pada tahun 2020, (b) Terbentuknya Struktur Organisasi STEI Permata Bojonegoro pada tahun 2020, (c) Telah dilaksanakannya audit internal setiap akhir tahun dengan melibatkan AMI, (d) Telah disusunnya Renstra STEI Permata Bojonegoro 2020-2024, (e) Terlaksananya kerjasama yang sesuai dengan tridharma perguruan tinggi, (f) Telah dilaksanakannya monitoring dan evaluasi kepuasaan mitra kerjasama dengan STEI Permata Bojonegoro.
-
Faktor Pendukung
Kapasitas diri pemangku kepentingan internal yang memadai merupakan faktor pendukung analisis keberhasilan.
-
Analisis Ketidakberhasilan
-
- Belum terisinya semua struktur organisasi
- Kerjasama yang belum mencapai tingkat
-
Faktor Penghambat
STEI Permata Bojonegoro dan Program Studi Akuntansi Syariah merupakan peguruan tinggi dan program studi yang baru.
-
Akar Masalah
STEI Permata Bojonegoro masih memiliki jumlah sumber daya manusia yang terbatas sehingga hal ini menjadi suatu masalah pada STEI Permata Bojonegoro
-
Tindak Lanjut
STEI Permata Bojonegoro dapat melakukan rekrutmen sumber daya manusia untuk menunjang keberhasilan di bidang tata pamong, tata kelola dan kerjasama
C. Mahasiswa

-
Analisis keberhasilan
-
- STEI Permata telah memiliki pendaftar mahasiswa baru sejak tahun 2020
- STEI Permata telah memiliki organisasi kemahasiswaan sejak tahun 2020 yaitu BEM dan HMPS
-
Faktor pendukung
-
- Adanya kegiatan sosialisasi penerimaan mahasiswa baru sejak tahun 2020
- Adanya minat calon mahasiswa baru untuk melanjutkan studi pada program studi Akuntansi Syariah
- Tingginya antusiasme mahasiswa dalam berorganisasi
- Terdapat anggaran keuangan yang cukup untuk menyelenggarakan kegiatan pembelajaran dan layanan mahasiswa
-
Analisis ketidakberhasilan
Sejak tahun 2020 program studi akuntansi syariah sudah memiliki pendaftar, namun tidak semua pendaftar yang dinyatakan diterima sebagai mahasiswa program studi Akuntansi Syariah melakukan herregitrasi. Hal ini disebabkan calon mahasiswa tersebut telah diterima di program studi pada kampus lain. Hal ini dapat menjadi umpan balik agar program studi semakin meningkatkan kualitasnya agar tidak menjadi pilihan yang kedua, namun menjadi pilihan yang utama.
-
Faktor penghambat
-
- Program studi akuntansi syariah STEI Permata Bojonegoro merupakan program studi
- Calon mahasiswa baru dari kalangan ekonomi menengah ke bawah
- Fasilitas dan sarana dan prasarana pembelajaran kurang optimal
-
Akar masalah
-
- Kurangnya minat, wawasan, dan kesadaran calon mahasiswa dalam menentukan pilihan program studi yang sesuai dengan minat dan bakat, serta
- Kualitas input mahasiswa program studi yang cenderung
-
Tindak lanjut
-
- Melakukan kegiatan promosi program studi Akuntansi Syariah secara massif
- Menyediakan fasilitas yang mendukung prestasi
D. SUMBER DAYA MANUSIA

-
Analisis Keberhasilan
Indikator Kinerja Utama SDM cukup berhasil karena:
-
- Dosen tetap yang sesuai dengan kompetensi inti program studi berjumlah 5
- Judul penelitian yang berhasil dipublish sebanyak 17
- PkM dilaksanakan sebanyak 10 kali dalam 1 tahun
- Sebagian besar Tendik sudah S-1 dan berkemampuan
- Publikasi ilmiah sudah mencapai tingkat Jurnal
Jadi, SDM cukup berkompeten sehingga Indikator Kinerja Utama SDM cukup berhasil.
-
Faktor Pendukung Keberhasilan
-
- Motivasi SDM
- Kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial
-
Analisis ketidakberhasilan
Didasarkan Indikator Kinerja Utama, rasio Dosen dan mahasiswa masih 1:2,1 yang seharusnya 1:30.
-
Faktor Penghambat
Pencapaian Standar dihambat oleh:
-
- Kemampuan IT SDM
- Kurangnya sarana dan prasarana yang
- Motivasi yang dimiliki oleh setiap SDM berbeda-beda.
-
Akar Masalah
-
- Peraturan rekruitmen SDM di STEI Permata
- Pendanaan penelitian dan PkM di STEI Permata
- Waktu tunggu artikel di jurnal
-
Tindak Lanjut
-
- Pelatihan IT
- Peningkatan Sarana dan
- Pelatihan motivasi bagi
E. KEUANGAN

-
Analisis Keberhasilan
Keuangan : Mampu terpenuhinya seluruh anggaran keuangan yang diklasifikasikan menjadi anggaran yang
diperuntukkan untuk pendidikan, anggaran yang digunakan untuk penelitian, dan anggaran untuk kepentingan pengabdian yang dilakukan kepada masyarakat.
Sarana dan Prasarana.
-
- Dapat tercukupinya berbagai sarana serta prasarana yang akan diperlukan untuk tujuan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang sesuai dengan dokumen yang disetujui SPMI yang berisi tentang sarana dan
- Prasarana yang berupa gedung dilengkapi dengan bermacam macam fasilitas yang nantinya dapat membantu dan mempermudah bagi pengguna fasilitas
-
Faktor Pendukung
- Adanya SDM yang unggul yang membantu pencapaian keberhasilan. Total pegawai bagian keuangan ada 1 orang
- Kepemilikan Sumber Daya Sarana dan Prasarana yang Memadai yang mampu menciptakan keberhasilan. Pegawai dibidang keuangan berada di ruangan yang sudah dilengkapi dengan peralatan yang memadai dan dapat mendukung fungsi kinerja seperti: komputer di meja masing-masing yang sudah terhubung dengan saluran internet, yang memberi kemudahan untuk melakukan akses informasi. Pemberian kelengkapan prasarana tersebut bertujuan untuk menciptakan efektivitas dan efisiensi
-
Analisis ketidak berhasilan
-
- Dari pelaksanaan penggunaan anggaran selama satu tahun anggaran yang dimiliki belum sepenuhnya terserap dengan sempurna, karena adanya beberapa kendala yang ada di lapangan. Presentase alokasi dana anggaran yang dianggarkan untuk pendidikan adalah 64.33%% sedangkan anggaran dana untuk kepentingan penelitian adalah 2%
- Belum terdapat sistem informasi akademik yang memadai sehingga belum maksimal
- Jumlah Kamar mandi belum memadai.
-
Faktor Penghambat Keberhasilan
Faktor penghambat keberhasilan yang dihadapi adalah:
-
- Rumitnya laporan pertanggungjawaban keuangan sehingga pengelola keuangan terkadang mengalami
- Adanya batasan untuk pengajuan sarana serta prasarana sehingga menyebabkan ketrsediaan sarana dan prasarana kurang seimbang dengan jumlah pengguna
-
Akar Masalah
-
- Hasil dari evaluasi pengelolaan keuangan, sarana serta prasarana mengalami beberapa masalah sebagai berikut:
- Pelaksanaan kegiatan yang dilakukan tidak sesuai jadwal yang telah tersusun di Renop Program Studi Akuntansi
- Adanya kurang idealnya jumlah sarana serta prasarana apabila dibandingkan dengan dengan pengguna. Kedua masalah tersebut disebabkan karena kurang maksimalnya koordinasi yang terjadi antara pengelola keuangan, sarana, dan prasarana.
-
Tindak Lanjut
Melakukan koordinasi dengan pemakai anggaran untuk menciptakan kesiapan dalam rangka pemakaian anggaran untuk setiap tahun anggaran dan Sosialisasi yang dilakukan secara menyeluruh pada setiap rapat kerja.
F. PENDIDIKAN



-
Analisis Keberhasilan
Analisis keberhasilan dalam bidang pembelajaran dengan tersedianya buku pedoman Sumber Daya Manusia sesuai SK Ketua Nomor 40.250/SK/STEI-P/V/2020 dan standar mutu pendidikan mengenai strategi, metode, dan penilaian pembelajaran yang tertuang dalam SK Ketua Nomor 08-01.250/SK/STEI-P/IV/2020 tentang Standar Mutu Pendidikan, serta adanya proses monitoring dan evaluasi oleh Auditor Mutu Internal di bawah koordinasi Kepala P2M.
-
Faktor Pendukung Keberhasilan
Faktor pendukung keberhasilan proses pendidikan pada program studi Akuntansi Syariah adalah kualifikasi dosen yang sesuai bidang serta keaktifan dosen dalam proses pengintegrasian penelitian dan PkM dalam proses pembelajaran.
-
Analisis Ketidakberhasilan
-
- Belum adanya pemanfaatan teknologi secara optimal dalam implementasi
- Sarana dan prasarana yang belum optimal dalam menunjang kegiatan Pembelajaran.
-
Faktor Penghambat Ketercapaian Standar
Faktor penghambat dalam pencapaian standar pendidikan di program studi Akuntansi Syariah adalah kemampuan dosen yang terbatas dalam memanfaatkan teknologi pada proses pembelajaran.
-
Akar Masalah
-
- Keterbatasan kemampuan dosen dalam memanfaatkan teknologi dalam kegiatan
- Sarana dan prasarana yang belum dikelola secara optimal.
-
Tindak Lanjut
-
- Menambah jaringan akses informasi teknologi yang bisa diakses oleh mahasiswa dan dosen secara
- Perlu ada pelatihan untuk dosen agar dapat memanfaatkan teknologi dalam proses
- Monitoring dan evaluasi kinerja dosen dan tenaga kependidikan secara
- Mengoptimalkan sarana dan prasarana agar lebih meningkatkan suasana akademik yang lebih Bermutu
F. PENELITIAN

-
Analisis keberhasilan
-
- Program studi Akuntansi Syariah telah memiliki peta jalan penelitian.
- Peta jalan penelitian sudah digunakan sebagai acuan oleh dosen dan mahasiswa dalam pelaksanaan
- Dosen melakukan penelitian baik itu antar dosen ataupun dosen dengan mahasiswa
- Evaluasi yang berkelanjutan telah dilakukan terhadap kesesuaian penelitian yang disesuaikan dengan roadmap penelitian.
-
Faktor Pendukung
-
- Kapasitas mahasiswa yang memadai dalam pelaksanaan penelitian.
- Kapasitas diri pemangku kepentingan yang memadai.
-
Analisis Ketidakberhasilan
-
- Belum terpublikasikannya hasil penelitian dosen akuntansi syariah secara
- Masih sedikitnya tema penelitian dosen-dosen akuntansi syariah yang menunjukkan unsur kebaruan dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat
- Masih rendahnya produktivitas penelitian dosen akuntansi syariah yang melibatkan mahasiswa.
-
Faktor Penghambat
STEI Permata Bojonegoro dan Program Studi Akuntansi Syariah merupakan peguruan tinggi dan program studi yang baru.
-
Akar Masalah
Kurangnya sosialisasi oleh pihak kampus membuat produktivitas penelitian menjadi suatu masalah pada STEI Permata Bojonegoro
-
Tindak Lanjut
STEI Permata Bojonegoro dapat meningkatkan produktivitas penelitian dengan mengadakan seminar ataupun pelatihan dalam penelitian.
G. PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

-
Analisis keberhasilan
-
- Program studi Akuntansi Syariah telah memiliki peta jalan pengabdian kepada masyarakat tahun 2020-2024.
- Peta jalan ditetapkan sebagai rujukan bagi dosen dan mahasiswa program studi akuntansi syariah dalam praktik pengabdian kepada masyarakat.
- Setiap tahun dosen program studi akuntansi syariah melakukan kegiatan pengabdian kepada
- Diadakannya evaluasi secara berkelanjutan terhadap kesesuaian pengabdian dosen dan mahasiswa dengan peta jalan program studi akuntansi syariah.
-
Faktor pendukung
-
- Sumberdaya manusia yang memadai
- Manajemen program studi mendukung penuh dosen Akuntansi Syariah untuk melakukan pengabdian kepada
- Permintaan pendampingan dari masyarakat.
-
Analisis ketidakberhasilan
-
- Output dari pengabdian dosen Akuntansi Syariah belum
- Hasil pengabdian kepada masyarakat belum memberikan kontribusi kepada masyarakat secara
- Belum mampunyai keluaran pengabdian dosen Akuntansi Syariah ke ranah nasional.
-
Faktor Penghambat
-
- Dosen Akuntansi Syariah belum sepenuhnya memahami aturan dan teknik melakukan pengabdian kepada masyarakat
- Dana pengabdian belum terserap secara optimal
- Adanya dosen Akuntansi Syariah yang belum bisa mengakses dana pengabdian kepada masyarakat dan penelitian pada tahun yang sama
-
Akar Masalah
-
- Peta jalan pengabdian kepada masyarakat belum dipahami sepenuhnya oleh dosen akuntansi syariah
- Ada beberapa dosen Akuntansi Syariah yang masih terkendala dalam hal mengolah data dan menyusun laporan pengabdian yang baik dan benar.
-
Tindak Lanjut
- Sosialisasi dan workshop kepada para dosen tentang aturan, mekanisme dan teknik pengabdian kepada masyarakat
- Meminimalisir tugas-tugas adminstrasi yang dibebankan pada para dosen, sehingga bisa fokus menjalankan Tridharma perguruan tinggi
- Mengajukan anggaran pengabdian kepada masyarakat yang mendukung
- Melakukan koordinasi dengan pimpinan terkait dengan distribusi pengabdian kepada masyarakat
- Membuat laporan pengabdian kepada masyarakat layak terbit jurnal,