Bojonegoro, 10 Desember 2024 — Dalam upaya memperkuat tata kelola kelembagaan dan sistem penjaminan mutu internal, Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Permata Bojonegoro menggelar kegiatan Pelatihan dan Sosialisasi Manajemen Risiko pada Selasa, 10 Desember 2024. Acara ini bertempat di ruang pertemuan kampus STEI Permata Bojonegoro dan diikuti oleh seluruh dosen serta tenaga kependidikan (tendik).
Hadir sebagai narasumber utama, Bapak Abdur Rahim, M.Pd., seorang praktisi sekaligus akademisi yang memiliki pengalaman luas di bidang manajemen risiko dan sistem penjaminan mutu. Dalam paparannya, beliau menyampaikan pentingnya manajemen risiko dalam lingkup pendidikan tinggi sebagai alat prediktif untuk mengidentifikasi potensi risiko yang dapat menghambat pencapaian tujuan institusi.
“Manajemen risiko bukan sekadar dokumentasi, melainkan budaya berpikir dan bertindak antisipatif dalam menghadapi ketidakpastian,” ungkap Abdur Rahim di hadapan peserta.
Materi yang disampaikan mencakup konsep dasar manajemen risiko, proses identifikasi risiko, penyusunan risk register, analisis dan evaluasi risiko, hingga strategi mitigasi yang efektif. Kegiatan ini juga disertai sesi praktik penyusunan peta risiko oleh peserta, yang kemudian didiskusikan bersama narasumber.
Ketua STEI Permata Bojonegoro dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam mengimplementasikan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan seluruh civitas akademika semakin memahami pentingnya manajemen risiko sebagai bagian dari budaya mutu, serta mampu menerapkannya di setiap unit kerja masing-masing secara konsisten dan terarah.